...::WELCOME::...


Assalamu'alaikum Wr Wb...Selamat datang di blog sederhana ini dan selamat menikmati...

TV ONLINE









Get code Access www.vapraboys.co.cc



Sabtu, 13 Juli 2013

MALAIKAT MAUT : TETAMU YANG SERING BERKUNJUNG DI KEHIDUPAN KITA….

BETAPA kerapnya malaikat maut melihat dan merenung wajah seseorang, yaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali.. Andaikan manusia sadar hakikat tersebut, mungkin dia tdk akan lalai dan akan selalu ingat akan kematian. Tetapi oleh krn malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail.
Justeru itu, tidak hairanlah, jika kebanyakan manusia yang masih suka bersenang-senang dan bergelak-ketawa, seolah-olah dia tiada masalah yg perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki banyak bekalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.
Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bhw Rasulullah s.a.w bersabda yg maksudnya :
“ Bahwa malaikat maut memerhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, dilihatnya orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah hairannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersuka ria dan bercanda tawa.”
Manusia tdk akan sadar bahwa dirinya senantiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang senantiasa mengingat akan kematian. Golongan ini tidak lalai dan senantiasa sadar akan kehadiran malaikat maut, krn mereka senantiasa meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w yang menjelaskan tentang  hal2 ghaib, terutama tentang yg berhubungan dgn kematian dan hubungannya dgn malaikat maut.
Meskipun mata manusia hanya mampu melihat benda yg nyata, gak mungkin dpt melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dgn keyakinan iman dan ilmu.
Sebenarnya manusia itu sadar bahwa setiap makhluk yg hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dgn berbagai tanggapan. Ada yg menganggap kematian itu adalah suatu tabi’e biasa sebagai pendapat golongan athies, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dgn sebab-sebab yang zahir saja. Dia mengambil logika, bahwa banyak kematian disebabkan oleh sesuatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, kebakaran dan juga kecelakaan baik di udara, laut dan daratan termasuk kecelakaan jalan raya.
Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang berbahaya seperti penyakit kanker, sakit jantung, AIDS, demam berdarah, dsb. Disebabkan manusia melihat kematian hanya dari sudut sebab musabab yg lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas. Jika berlaku kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, “ sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah?”.
Tidak bnyak manusia yang mengaitkan kematian itu dg kehadiran malaikat maut yg datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa dekat di sekeliling manusia,  memperhatikan orang-orang yang tempoh hayatnya sudah tamat.
Sesungguhnya malaikat maut menjalankan arahan Allah SWT dgn tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, ataupun roh orang yg mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika berlaku kecelakaan, atau ketika diserang sakit parah, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.
Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang kaya yg sedang hidup foya2 dan dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Ketika ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertunda walau sesaat.
Walau bagaimana pun, ada ketikanya Allah SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit parah yg ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, itu akan menjadi rahmat bagi orang yg beriman dan sabar, krn Allah Taala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingat mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yg ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kesilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekal untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang rugi di akhirat kelak.
Begitu juga orang yg mati mendadak disebabkan kecelakaan, itu akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan pada orang-orang yang masih hidup supaya mereka senantiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Krn ketika ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa sesalan yang tidak berguna.
Di kalangan orang solihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan pada dirinya adalah sebagai tanda bahwa Allah SWT masih menyayanginya. Krn betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa peringatan terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT tidak memberi tau terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat orang yg tidak menyadari adanya bahaya di hadapannya, jika ada peringata terlebih dahulu nescaya dia akan terjerumus ke lembah bahaya itu.
Selain itu, Allah Taala menjadikan sebab-sebab kematian itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut, sebagaimana diriwayatkan oleh Saidina Abbas r.a dalam sebuah hadits Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahwa Izrail merasa kesedihan apabila dibebankan dengan tugas mencabut roh makhluk-makhluk bernyawa krn di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT yaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang solihin.
Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada Tuhan betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam a.s, dia mungkin dicemooh krn dia ditugaskan mencabut roh manusia, yg menyebabkan orang akan berdukacita, krn kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yg tersayang di kalangan mereka.
Diriwayatkan bahwa Allah SWT berjanji akan menjadikan bermacam2  sebab pada kematian yang akan dilewati oleh keturunan Adam a.s sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila berlakunya kematian, mereka akan berkata bahwa si anu itu mati krn mengidap sakit, ataupun krn mendapat kecelakaan, mereka akan terlupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang berlaku itu.
Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih krn manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yg memang diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit parah seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yg sememangnya telah tiba.
Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan Allah, yg telah termaktub sejak jaman azali . Semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentera-tentera Allah yg menjalankan tugas seperti yg diamanahkan kepadanya.
Walau bagaimana pun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian seseorang itu , sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahwa ada ketikanya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan bersenang-senang…. , hingga malaikat maut merasa heran terhadap manusia itu. Ini membuktikan bahwa kematian itu tidak pernah mengenal  seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sehat dan segar-bugar.
Firman Allah Taala yang bermaksud :
“ Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya walau sesaat pun dan tidak dapat ( pula ) mempercepatkannya. “ 
( Surah Al-A’raf ayat 34 )
 


Semoga bisa menjadikan kita renungan …utk kita selalu sadar dan perlunya mendekatkan diri pada Allah SWT.

Jumat, 30 November 2012


SUDAH BERSEDIAKAH KAMU SEBELUM DIPANGGIL PULANG?

ASSALAMUALAIKUM W.W.B……
DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG.

Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan. Berwudhu'lah kamu sebelum kamu diwudhu'kan
Dan solatlah kamu sebelum kamu disolatkan. Tutuplah rambutmu sebelum rambutmu ditutupkan
Dengan kain kafan yang serba putih
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih
Walaupun orang yang hadir itu merintih
Selepas itu kamu akan diletak di atas lantai. Lalu dilaksanakanlah solat Jenazah. Dengan empat kali takbir dan satu salam. Berserta Fatihah, Selawat dan doa. Sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah

Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus. Segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?. Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud
Dapat membayar hutang rukuk dan sujudmu yang telah luput?

Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian. Justeru ku menyeru untk Muslimin dan Muslimat. Usunglah dirimu ke tikar solat. Sebelum kamu diusung ke liang lahad. Menjadi makanan cacing dan mamahan ulat

Iringilah dirimu ke masjid. Sebelum kamu diiringi ke Pusara. Tangisilah dosa-dosamu di dunia. Kerana tangisan tidak berguna di alam baqa'. Sucikanlah dirimu sebelum kamu disucikan. Sadarlah kamu sebelum kamu disadarkan. Dengan panggilan 'Izrail yang menakutkan. Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan. Karena semua itu berguna untuk yang  ditinggalkan. Bukan yang pergi!!

Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan

Ingatlah di mana saja kamu berada
Kamu tetap memijak bumi Allah
Dan berteduh dibwh langit Allah
Serta menikmati rezeki Allah SWT.
Justeru bila Dia menyeru, sambutlah seruan-Nya. Sebelum Dia memanggilmu buat kali yang terakhirnya. Ingatlah kamu dahulu hanya setetes air yang tidak berarti

Lalu menjadi segumpal darah
Lalu menjadi seketul daging
Lalu daging itu membaluti tulang
Lalu jadilah kamu insan yang mempunyai arti. Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu. Yang kalau jatuh ke tanah. Ayampun tak teringin mematok setetes air itu.
Tapi Allah mengangkatmu ke suatu mercu. Yang lebih agung dari malaikat

Lahirmu bukan untuk dunia
Tapi gunakanlah itu buat melayar bahtera akhirat. Sambutlah seruan 'Hayya 'alas Solaah'. Dengan penuh rela dan bersedia
Sambutlah seruan 'Hayya 'alal Falaah'
Jalan kemenangan akhirat dan dunia

Ingatlah yang kekal ialah amal
Menjadi bekal sepanjang jalan
Menjadi teman di perjalanan
Pada hari itu tidak ada lagi gunanya
Harta, tahta dan putera. Isteri, kad kredit dan mobil. Kondominium, saham dan bisnis. Kalau dahi tdk mau menyentuh sajadah selagi di dunia.

Semoga bisa jadi renungan tuk sahabat2 semua…

Selasa, 24 Januari 2012

PENGOBAT HATI YANG MEMBATU

Janji Allah pd manusia bahwa mati itu benar,alam barzah itu benar,
dibangkitkan di padang mahsar itu benar.


Itulah antara inti pati yang di sebutkan oleh imam sewaktu pemakamam
jenazah. Antara pesan Allah yang dibacakan oleh imam tadi ialah antara
orang-orang yang paling cerdik di kalangan kamu ialah orang yang 
senantiasa mengingat akan kematian.


Tujuan talkin yang di bacakan selepas pengebumian yaitu untuk menya-
darkan orang yang masih hidup tentang hakikat dan kebenaran akan
mati yang telah di janjikan oleh Allah.


Sekurang-kurangnya dapat mengobati hati yang keras untuk mendengar
dan memahami apa yang di bacakan oleh imam,dan semoga dapat
melembutkan hati manusia.
Terkesan atau tidak hati kita tatkala meninggalkan kubur selepas jenazah
selesai disemadikan hanya Allah Yang Kuasa dan diri kita saja yang tahu.
Moga bisa jadi renungan untuk kita.